Fri. May 14th, 2021

2 orang terluka dalam kejadian penusukan di Paris, Prancis pada Jumat 25 September 2020 waktu ditempat. Kejadian itu, kata menteri dalam negeri Prancis, diperlakukan untuk masalah gempuran intimidasi.

Mendagri Prancis Gerald Darmanin menjelaskan gempuran di dekat sisa kantor majalah satir Charlie Hebdo “jelas adalah aksi terorisme Islam,” demikian seperti diambil dari BBC, Sabtu (26/9/2020).

Seorang pria berumur delapan belas tahun asal Pakistan yang dilukiskan untuk terduga penting diamankan di dekat tempat peristiwa.

6 orang yang lain ditahan serta sedang diinterogasi, kata polisi.

Beberapa korban –seorang pria serta seorang wanita yang kerja dalam suatu perusahaan produksi TV– terluka kronis oleh senjata tipe parang, kata polisi Prancis.

Pertama Menteri Prancis Jean Castex menjelaskan ke wartawan dalam tempat peristiwa –dekat Boulevard Richard-Lenoir– jika nyawa mereka tidak dalam bahaya.

Gempuran itu berlangsung saat pengadilan tingkat tinggi sedang berjalan pada 14 orang yang didakwa menolong dua jihadis lakukan gempuran 2015 pada Charlie Hebdo, dimana 12 orang meninggal.

Majalah satir Prancis itu sudah dipindah ke tempat rahasia.

Mitra beberapa korban menjelaskan mereka ada di luar kantor produksi kabar Premieres Lignes sekalian merokok saat mereka terserang.

Perusahaan ini mempunyai kantor di Rue Nicolas Appert, di tepi jalan Boulevard Richard-Lenoir dimana sisa kantor Charlie Hebdo ada. Satu lukisan dinding buat mereka yang terbunuh dalam gempuran Charlie Hebdo berada di dekatnya.

“Mereka berdua terluka kronis,” kata Paul Moreira, pendiri serta kepala Premieres Lignes, ke kantor kabar AFP.

Stasiun metro paling dekat ditutup serta lima sekolah di wilayah itu selekasnya diisolasi. Beberapa sekolah itu dibolehkan untuk dibuka kembali lagi beberapa saat setelah itu.

Polisi menjelaskan mereka tangkap terduga penting di dekat wilayah Bastille. Selang beberapa saat, seorang pria yang disebutkan datang dari Aljazair ditahan.

Menteri memberikan tambahan jika terduga tidak dikenali apa sudah teradikalisasi, tapi sudah diamankan awalnya sebab bawa obeng.

By Jordan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!